Alipir Budiman


Puruk Cahu
September 16, 2008, 4:31 pm
Filed under: Uncategorized

Puruk Cahu, sebuah ibukota kecamatan, yang telah mengalami pemekaran menjadi sebuah kabupaten dengan nama “Kabupaten Murung Raya”. Sepintas, Puruk Cahu, kondisinya seperti kota Balikpapan atau Banjarbaru. Namun dalam hal transportasi, kota ini memang diakui “sulit dijangkau”, baik lewat darat, sungai, maupun udara.



Apa ini?
September 11, 2008, 2:13 pm
Filed under: Pribadi | Tag:

Amini KDI

Amini KDI

Bagi yang suka foto cowok-cewek keren, bisa lihat di sini. Tapi cuma ada ini lho, artis kebanggaan kita yang sering diremehkan oleh juri cewek. Tapi kita bisa bangga, Amini asal Gambut, bisa jadi duta KDI Banjarmasin.



Masihkah Bertahan?
Agustus 26, 2008, 2:54 pm
Filed under: Uncategorized

Pertanyaan ini cukup menggelitik hatiku. Apalagi barusan menghadiri Talk Show Seminar Bisnis Nasional ‘Menguak Strategi dan Inspirasi Bisnis Lihan’ yang membuatku sampai meneteskan air mata.
Ada beberapa hal yang menjadi persamaan antara aku dan Lihan. Pertama, aku punya niat berusaha untuk mempekerjakan para ‘pencari kerja’ dengan mempekerjakan banyak orang. Kedua, profit yang kami dapat bukanlah tujuan utama, melainkan hanya sebagai pengiring karena kita telah bekerja. Ketiga, aku mempercayakan usaha sepenuhnya kepada bawahan.
Hanya, ada beberapa kendala yang terkadang justru menyita banyak waktuku untuk berpikir.
Pertama, banyak dari karyawan yang bekerja tidak sesuai harapan. Mereka lebih banyak ingin menuntut hak, sementara kewajibannya terabaikan. Sebenarnya hati ini sayang terhadap karyawan, tapi hati ini juga ‘menyayangkan’ sikap mereka yang tidak jujur, tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, tidak ulet dalam bekerja, serta memperlihatkan prestasi kerja yang tidak memuaskan.
Kalau sudah demikian, maka muncul pertanyaan yang jadi jadi judul tulisan ini: Masihkah bertahan?
Aku, sesungguhnya tidak sanggup mereka kehilangan pekerjaan. Tapi, aku juga tidak sanggup ‘memelihara’ karyawan yang bekerja seenaknya. Aku tidak ingin mengambil resiko kehilangan pelanggan karena pelayanan di warung kurang memuaskan.



Esok Jumpa Lagi
Agustus 8, 2008, 6:31 am
Filed under: Uncategorized

ESOK JUMPA LAGI

Kemaren kau kutunggu di ujung jalan itu
ingin cerita tentang mimpiku
kita menari riang di atas awan putih
o ya sejuknya hatiku

Duduklah di sampingku pasti senang hatimu
hari yang indah untuk bertemu
biar hanya sekejab engkau pun berlalu
o ya esok jumpa lagi

Reff :
Kemaren dan hari ini kita selalu berdua
bersama menggapai cita bersatu dan bahagia
kemaren dan hari ini hanya kau di hatiku
coba genggam tangan ini jangan ragu-ragu
kemaren dan hari ini selalu bersama

O YA YA .

Coba lihat kanan kiri, sawah gunung bukit
gemercik air mengalir wow wow…
sungguh indah pemandangan
yang membuatku senang
engkau juga senang

O ya ya ya o ya ya ya ya
kita semua gembira
O ya ya ya o ya ya ya ya
di atas bukit yang indah
kita semua senang kita semua gembira
bernyanyi lagu riang o ya ya …….



Julius Sitanggang, Idola Anak-Anak
Agustus 4, 2008, 12:37 pm
Filed under: Uncategorized

JULIUS MULAI MENGINJAK REMAJA

Judul Album : Dia & Dia
Penyanyi : Julius Sitanggang
Tahun Produksi : 1985
Produksi : Nursandie Corporation

Sukses dengan dua album solonya BALADA ANAK NELAYAN dan BALADA SI TUA serta album TABAHLAH MAMA bersama kelompok DE JOLI’S, nama JULIUS SITANGGANG makin berkibar sebagai penyanyi anak-anak terpopuler saat itu. Album ketiganya dirilis dengan judul DIA & DIA, sebuah lagu yang seperti biasa adalah lagu sedih dan menguras airmata. Album ini meledak, bahkan sempat mendapatkan penghargaan BASF AWARDS. Inilah album anak-anak Julius yang paling sukses. Album ini sekaligus album anak-anak terakhir dari Julius, karena setelah ini dia vakum dalam masa pancaroba dan muncul kembali sebagai penyanyi remaja. Hits dari album ini selain DIA & DIA adalah SEBUAH PENANTIAN.

Track List

1. DIA & DIA (Dakka Hutagalung)
2. SEBUAH PENANTIAN (Louise Komala)
3. DANAU TOBA II (Dakka Hutagalung)
4. DERITA YATIM PIATU (Ririn S.)
5. PULAU BALI (Johnny L.)
6. RESTUMU TUHAN (Johnny L.)
7. SENIMAN KECIL (Ade Putra)
8. RUMPUT LIAR (Budy HS)
9. NASIB SI BUYUNG (Teguh S.)
10. GADIS KECIL YANG MALANG (Louise Komala)

DIA & DIA

Dia Papaku Yang dulu selalu bagai mentari
Dia Papaku Yang dulu selalu menyinari
Tapi kini dia pergi dan tak kembali

Dia Mamaku Yang dulu selalu bagai rembulan
Dia Mamaku
Yang dulu selalu menghangatkan
Tapi dia juga pergi dan tak kembali

Oh Tuhanku tolong kami Tolong kami
tegakkan diri ini

Agar kami dapat
Kami dapat
berdiri diatas kaki lemah ini

Oh Tuhanku tolong kami Tolong kami
beri damai hati ini

Agar kami dapat singkirkan duka ini



Julius Sitanggang, Idola Anak-Anak
Agustus 3, 2008, 1:32 pm
Filed under: Uncategorized

DUH, JULIUS SITANGGANG, LAGU-LAGUMU INDAH

Judul Album : Balada Si Tua
Penyanyi : Julius Sitanggang
Tahun Produksi : 1984
Produksi : Nursandie Corporation

Mereka yang mengalami masa kanak-kanak di tahun 80an rasanya semuanya mengenal nama JULIUS SITANGGANG. Suaranya yang khas dan lagu-lagunya yang kebanyakan ‘menyayat’ memang langsung disukai tidak hanya oleh anak-anak tapi juga orang dewasa. Album BALADA SI TUA ini adalah album kedua, sekaligus album yang mengangkat namanya ke jenjang popularitas paling tinggi. Hampir semua lagu di album ini familiar di telinga anak-anak masa itu, tapi hits besarnya adalah lagu DANAU TOBA, KENYATAAN HIDUP dan BALADA SI TUA. Di album ini Julius juga didukung oleh saudara-saudaranya yang tergabung dalam kelompok vokal De JOLIS yaitu RANTO, FERNANDO dan DAVID.

Track List

1. KENYATAAN HIDUP (Louise Komala)
2. BALADA SI TUA (Monche Tambunan)
3. DANAU TOBA (Dakka Hutagalung) feat. De Jolis
4. TUNA NETRA (Ririn S.)
5. MAMA (Dakka Hutagalung)
6. LEGENDA LAMA (Monche Tambunan)
7. DOA UNTUKMU KAWAN (Ny. Sitanggang & JPS)
8. BOBY (Ina Hermina)
9. PANGGILAN RINDU (F. Manang Kalangi)
10. ANGAN DAN KERINDUAN (Rico Gerrit M.)
11. DERITA ANAK PENGEMIS (Ririn S. & Mulyadi)

KENYATAAN HIDUP

Baju rombeng dan topi tuanya
menutup tubuh kecil dan kurus
kulit yang hitam berdaki terbakar mentari
sedang matanya sayu tak bersinar

Ia slalu duduk di emper jalanan
mengharap belas kasih sesamanya
tak jarang ia dihina juga dicela
sering pula direjam oleh lapar

Reff :
Bocah malang tlah lahir terlunta-lunta
hendak meratap kini pada siapa
ibu bapak tak pasti dimana mereka
apakah ini nasib hidup di dunia

Airmata mungkin tlah tiada
kini terbenam oleh penderitaan
tawapun kini tak lagi pernah berderai
terbenam duka dan luka di hati

BALADA SI TUA

Tersendat-sendat langkahnya si tua
menyusuri lorong di ibukota
mencari anaknya yang lama terpisah
membawa rindu dari ujung desa

Setiap tempat yang ia lalui
tak lelah bibirnya untuk bertanya
ke wisma yang megah ke gubug yang tua
tapi anaknya tak bertemu jua

Reff :
Bertahun dia berkelana
tubuhnya yang lemah smakin renta
kembali ke desa tak berguna
sawah dan ladang sudah tak punya

Betapa malangnya nasib si tua
terlunta di kota metropolitan
anak tak berjumpa jadilah dia
pengemis di pinggiran jalan

Setiap saat si tua berdoa
bertemu anaknya sebelum mati
tak pernah terduga anaknya tlah pergi
menanti dirinya di pintu surga

DANAU TOBA

Di negeriku Indonesia ada satu danau yang permai
yang terluas di dunia
kebanggaan seluruh bangsa

Reff :
Oh Danau Toba … Danau Toba
Danau indah dan permai
Danau Toba … Danau Toba
Tiada banding di dunia

Di tengahnya ada pulau
pulau subuh Pulau Samosir
Aku bangga, ku bahagia
karena kulahir di sana

Kembali ke reff.

Pulau subur, danau indah
kau tak akan kulupa
dalam lagu, dalam kalbu
kau yang slalu kurindu … kurindu … kurindu !

TUNA NETRA
MAMA
LEGENDA LAMA

DOA UNTUK KAWAN

Ketika surya turun hendak bermalam
dan bercumbu dengan lautan biru
camarpun pergi membawa nyanyian rindu
dari hati seorang nelayan tua

Tatkala angin lalu datang menyapa
dan memberi salam “selamat malam”
iapun lalu mengucap sepotong doa
untuk anaknya yang tinggal di kota

Kembalilah pulang anakku sayang
ibumu, adikmu, menantimu
kembalilah pulang anakku sayang
ombak pun rindu pada kidung malammu

Sudahkah kau jumpai yang engkau cari
kehidupan bahagia di sana
ataukah hanya impian yang kau temukan
kembalilah kami menunggumu.



Mantra dari Gunung Bondang
Juli 11, 2008, 9:38 am
Filed under: Kampung Halaman
Buluh perindu

Buluh perindu

# PETAK MALAI BULUH MERINDU
Daya pemikat luar biasa. Kalau hanya urusan cinta. Asmara, kasih sayang, pesona, simpati, insya allah gunakan rahasia raja ilmu pengasih lebih hebat dari segala susuk. Lebih kuat dari segara pelet, mengandung unsur daya magic, puter giling, semar mesem, jaran goyang, pelancar usaha-peraih cinta, penakluk sukma penjerat hati tingkat tinggi. Berapuah mutlk dibuktikan ribuan kasmaran dalam & luar negeri, keberhasilan 99,9% berkhasiat 100 apuah bisa diperintah, ditarget, diajak komunikasi, jangan dibuat main-main, membuat cinta mendalam. Rindu menangis, selalu ingin bertemu, sulit untuk berpaling, tercipta keharmonisan lahir bathin, selalu beruntung meraih kesehatan & keselamatan.

# MINYAJ PUSAKA BULUH PERINDU
Ramuan ajaib dan terbukti ampuh mani gajah, minyak pengasih, minyak pelet dan bulu perindu yang berasal dari pedalaman barito kalimantan tengah, tepatnya di gunung bondang hulu puruk untuk cinta kasih, keruntungan pasangan dibuat nurut, usaha lancar, penyembuhan penyakit aneh dll.

MANTRA BULUH PERINDU

aya memiliki buluh perindu yg direndam dalam minyak zaitun di dalam botol
mohon penjelasan tentang cara pakai dan mantra nya
rasanya konyol sih punya barang tapi tdk tau cara pakainya

terima kasih sebelumnya
cara pakai , cukup minyaknya dioleskan di kening atau pergelangan tangan
jika buat menyanyi , oleskan di cakra tenggorokan 🙂

namun mengoleskan ialah membentuk tanda seperti salib ( + )

mantranya banyak versi, ini diantaranya:

1. Bismillah..
wahai buluh perindu asal dari muara beres, keturunan Syeikh Maulana Hasanudin
mohon aku minta ….. (sebutkan niatnya)
berkat La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah
Kun Fayakun Kun Fayakun Kun Fayakun 1x

2. Niat aku memakai Bulu Perindu
aku minta geraknya berkatnya keramatnya yg ada di gunung bondang
gerakkanlah hati si….. seperti geraknya bulu perindu ini 1x

3. Dim tim lim dim , dim lim tim dim 1x

pilih salah satu mantera yg berkenan di hatimu, atau coba saja semuanya :Peace:



Mitos Gunung Bondang
Juli 11, 2008, 9:36 am
Filed under: Kampung Halaman

Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk “pegangan”.

Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.

Tidak lama kemudian, melahirkanlah ia dengan bahagia, ada beberapa anak rupanya yg telah ia lahirkan. ketika anak2nya lapar dan perlu makanan, pergilah sang induk burung dengan
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.

Sampai saatnya si anak burung dewasa. Mulailah latihan2 mengarungi angkasa. yang karena semangat terbangnya, si anak burung jadi lupa untuk segera pulang.
Namun Sang induk burung sudah begitu yakin. Cukup dengan memegang Bulu Perindu pd sarang tersebut, kemudian ia membaca mantera berupa siulan dan jeritan tajam, maka dipastikan semua anak2nya yg pergi terbang jauh, semuanya terpanggil dan tidak ada yg bisa melawan, semuanya datang kembali..
#



Maniru
Juni 20, 2008, 1:40 pm
Filed under: Sekolah

Menyontek atau cheating memang bukan hal baru dalam dunia pendidikan, yang biasanya dilakukan oleh seorang atau sekelompok siswa/mahasiswa pada saat menghadapi ujian (test), misalnya dengan cara melihat catatan atau melihat pekerjaan orang lain atau pada saat memenuhi tugas pembuatan makalah (skripsi) dengan cara menjiplak karya orang lain dengan tanpa mencantumkan sumbernya (plagiat).

Menurut Wikipedia cheating merupakan tindakan bohong, curang, penipuan guna memperoleh keuntungan teretentu dengan mengorbankan kepentingan orang lain.

Meski tidak ditunjang dengan bukti empiris, banyak orang menduga bahwa maraknya korupsi di Indonesia sekarang ini memiliki korelasi dengan kebiasaan menyontek yang dilakukan oleh pelakunya pada saat dia mengikuti pendidikan.

Sebenarnya, secara formal setiap sekolah atau institusi pendidikan lainnya pasti telah memiliki aturan baku yang melarang para siswanya untuk melakukan tindakan nyontek. Namun kadang kala dalam prakteknya sangat sulit untuk menegakkan aturan yang satu ini. Pemberian sanksi atas tindakan nyontek yang tidak tegas dan konsisten merupakan salah satu faktor maraknya perilaku nyontek.

Tindakan nyontek (plagiasi) semakin subur dengan hadirnya internet, ketika siswa atau mahasiswa diberi tugas oleh guru atau dosen untuk membuat makalah banyak yang meng-copy- paste berbagai tulisan yang ada dalam internet secara bulat-bulat. Mungkin masih agak lumayan kalau tulisan yang di-copy-paste-nya itu dipahami terlebih dahulu isinya, seringkali tulisan itu langsung diserahkan kepada guru/dosen, dengan sedikit editing menggantikan nama penulis aslinya dengan namanya sendiri.

Yang lebih mengerikan justru tindakan nyontek dilakukan secara terrencana dan konspiratif antara siswa dengan guru, tenaga kependidikan (baca: kepala sekolah, birokrat pendidikan, pengawas sekolah, dll) atau pihak-pihak lainnya yang berkepentingan dengan pendidikan, seperti yang terjadi pada saat Ujian Nasional. Jelas, hal ini merupakan tindakan amoral yang sangat luar biasa, justru dilakukan oleh orang-orang yang berlabelkan “pendidikan”. Mereka secara tidak langsung telah mengajarkan kebohongan kepada siswanya, dan telah mengingkari hakikat dari pendidikan itu sendiri.

Di lain pihak, para orang tua siswa pun dan mungkin pemerintah setempat sepertinya berterima kasih dan memberikan dukungan atas “bantuan yang diberikan sekolah” kepada putera-puterinya pada saat mengisi soal-soal ujian nasional.

Sekolah-sekolah yang permisif terhadap perilaku nyontek dengan berbagai bentuknya, sudah semestinya ditandai sebagai sekolah berbahaya, karena dari sekolah-sekolah semacam inilah kelak akan lahir generasi masa depan pembohong dan penipu yang akan merugikan banyak orang.

Secara psikologis, mereka yang melakukan perilaku nyontek pada umumnya memiliki kelemahan dalam perkembangan moralnya, mereka belum memahami dan menyadari mana yang baik dan buruk dalam berperilaku. Selain itu, perilaku nyontek boleh jadi disebabkan pula oleh kurangnya harga diri dan rasa percaya diri (ego weakness). Padahal kedua aspek psikologi inilah yang justru lebih penting dan harus dikembangkan melalui pendidikan untuk kepentingan keberhasilan masa depan siswanya.

Akhirnya, apa pun alasannya perilaku nyontek khususnya yang terjadi pada saat Ujian Nasional harus dihentikan.

Bagaimana pendapat Anda?



Mangkahuiku, Bakumpaiku
Juni 20, 2008, 1:31 pm
Filed under: Kampung Halaman

24 nyelu malihi lebu Mangkahui, nyata banar kakaren beda-e. Mangkahui are baubah. Huma-huma ji bihin isut banar, utuh duwe kali lipet. Bihin uluh susah-susah, utuh are ji sugih. Huma babagus, jalanan barami, kandaraan saliweran si muka huma.

Tapi buhen, buhen yaku marasa kabenyeman. Mangkahuiku jida kilau bihin.