Alipir Budiman


Mantra dari Gunung Bondang
Juli 11, 2008, 9:38 am
Filed under: Kampung Halaman
Buluh perindu

Buluh perindu

# PETAK MALAI BULUH MERINDU
Daya pemikat luar biasa. Kalau hanya urusan cinta. Asmara, kasih sayang, pesona, simpati, insya allah gunakan rahasia raja ilmu pengasih lebih hebat dari segala susuk. Lebih kuat dari segara pelet, mengandung unsur daya magic, puter giling, semar mesem, jaran goyang, pelancar usaha-peraih cinta, penakluk sukma penjerat hati tingkat tinggi. Berapuah mutlk dibuktikan ribuan kasmaran dalam & luar negeri, keberhasilan 99,9% berkhasiat 100 apuah bisa diperintah, ditarget, diajak komunikasi, jangan dibuat main-main, membuat cinta mendalam. Rindu menangis, selalu ingin bertemu, sulit untuk berpaling, tercipta keharmonisan lahir bathin, selalu beruntung meraih kesehatan & keselamatan.

# MINYAJ PUSAKA BULUH PERINDU
Ramuan ajaib dan terbukti ampuh mani gajah, minyak pengasih, minyak pelet dan bulu perindu yang berasal dari pedalaman barito kalimantan tengah, tepatnya di gunung bondang hulu puruk untuk cinta kasih, keruntungan pasangan dibuat nurut, usaha lancar, penyembuhan penyakit aneh dll.

MANTRA BULUH PERINDU

aya memiliki buluh perindu yg direndam dalam minyak zaitun di dalam botol
mohon penjelasan tentang cara pakai dan mantra nya
rasanya konyol sih punya barang tapi tdk tau cara pakainya

terima kasih sebelumnya
cara pakai , cukup minyaknya dioleskan di kening atau pergelangan tangan
jika buat menyanyi , oleskan di cakra tenggorokan 🙂

namun mengoleskan ialah membentuk tanda seperti salib ( + )

mantranya banyak versi, ini diantaranya:

1. Bismillah..
wahai buluh perindu asal dari muara beres, keturunan Syeikh Maulana Hasanudin
mohon aku minta ….. (sebutkan niatnya)
berkat La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah
Kun Fayakun Kun Fayakun Kun Fayakun 1x

2. Niat aku memakai Bulu Perindu
aku minta geraknya berkatnya keramatnya yg ada di gunung bondang
gerakkanlah hati si….. seperti geraknya bulu perindu ini 1x

3. Dim tim lim dim , dim lim tim dim 1x

pilih salah satu mantera yg berkenan di hatimu, atau coba saja semuanya :Peace:



Mitos Gunung Bondang
Juli 11, 2008, 9:36 am
Filed under: Kampung Halaman

Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk “pegangan”.

Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.

Tidak lama kemudian, melahirkanlah ia dengan bahagia, ada beberapa anak rupanya yg telah ia lahirkan. ketika anak2nya lapar dan perlu makanan, pergilah sang induk burung dengan
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.

Sampai saatnya si anak burung dewasa. Mulailah latihan2 mengarungi angkasa. yang karena semangat terbangnya, si anak burung jadi lupa untuk segera pulang.
Namun Sang induk burung sudah begitu yakin. Cukup dengan memegang Bulu Perindu pd sarang tersebut, kemudian ia membaca mantera berupa siulan dan jeritan tajam, maka dipastikan semua anak2nya yg pergi terbang jauh, semuanya terpanggil dan tidak ada yg bisa melawan, semuanya datang kembali..
#



Mangkahuiku, Bakumpaiku
Juni 20, 2008, 1:31 pm
Filed under: Kampung Halaman

24 nyelu malihi lebu Mangkahui, nyata banar kakaren beda-e. Mangkahui are baubah. Huma-huma ji bihin isut banar, utuh duwe kali lipet. Bihin uluh susah-susah, utuh are ji sugih. Huma babagus, jalanan barami, kandaraan saliweran si muka huma.

Tapi buhen, buhen yaku marasa kabenyeman. Mangkahuiku jida kilau bihin.



Kabar Ketuh
Mei 12, 2008, 11:52 am
Filed under: Kampung Halaman

Mulai tahun 1984, yaku malihi lebu Mangkahui. Kabuatkuh tulak kan Muara Teweh handak sakulah kan Tsanawiyah. Tekadku ije, bulat, bahwa yaku harus sakulah. Karena yaku jida kilau uluh beken. Kungangkuh halus, handak bagawi, narai kia kataun. Mun uluh beken, kungaie ganal, handak umba mandulang mangat beh, garen baangkat-angkat, handak maneweng, ada tana ji kawa ialan. Handak manurih, ada kabun gita.